Mie Ayam Pangsit Rawuh, Purbalingga

by - Juni 09, 2018

Setelah hampir satu bulan ngga menikmati sajian mie ayam, akhirnya sore itu aku bersama Tante mencicipi Mie Ayam dengan racikan dan cita rasa berbeda. Adalah Mie Ayam Pangsit "Rawuh" yang berlokasi di Jl. Raya Padamara, tepatnya di sebelah selatan SMA 1 Purbalingga.

Sungguh ini atas ketidaksengajaan kami mencicipi kuliner yang ternyata sudah terkenal di Purbalingga. Mie Ayam "Rawuh" ini termasuk top kuliner di kelasnya dan kami baru tahu. Duduuh...kemana saja, ya. Padahal kami termasuk penikmat mie ayam garis keras, lho. Tapi kalau ngga update gini ya memilukan. 😂


Warung Mie Ayam Pangsit "Rawuh" berada di tepi jalan raya persis. Sesampainya di deoan warung, agaknya kami bingung untuk parkir karena ngga melihat tempat parkir di sekaitar warung. Karena ngga ada pilihan lain, kami memarkirkan motor tepat di depan warung. Tapi insya allah aman karena ada space parkir meski ngga luas, hanya cukup untuk sederet saja. Buat kamu yang mengendarai mobil, parkir tetap di depan warung dan menghadap kanan atau kiri warung.

Tempat
Tidak telalu luas, tapi nyaman karena tatanannya tepat guna. Pun dengan tempat duduknya. Hanya ada beberapa meja dengan ukuran memanjang, bangku panjang, dan beberapa kursi. Ngga kelihatan sumpek, meski warungnya ngga begitu besar.

Pelayanan
Sebelum masuk warung, niatnya kami  akan memesan Mie Ayam dan Teh manis hangat. Namun, komunikasi dengan penjual yaitu seorang Bapak yang masih muda, terasa agak canggung. Selain kalem, logat yang digunakan agaknya lain. Sama sekali ngga nampak logat medok atau bahasa ngapak. Setelah kami tanya, ternyata beliau bukan asli Purbalingga, melainkan Jakarta.


Kami memilih untuk langsung masuk warung dan duduk menghadap luar. Sela beberapa menit, tepatnya setelah melihat menu yang tertempel di dinding, akhirnya Tante memesan sesuai niat awal, Mie Ayam dan teh manis hangat. Tanpa menunggu lama, pesanan kami pun datang.

Menu
Tentunya menu andalannya adalah Mie Ayam meski ngga disajikan dalam daftar menu. Hanya saja, mie ayam di sini adalah home made. Mienya agak keriting dan pipih. Aku paling suka ketika menjumpai Mie Ayam home made karena teksturenya lebih lembut dan ngga melar. Karena mienya buat sendiri, kuahnya pun terasa lebih segar.


Yang membedakan mie ayam pangsit "rawuh" dan mie ayam lainnya yaitu adanya tambahan pangsit di atas mie ayam. Pangsit di sini pun ada dua macam, satu pangsit basah yang dalamnya berisi daging, dan tiga pangsit kering yang gurih.

Untuk minuman, di sini hanya menyediakan teh, jeruk, dan air putih. Belum ada jus atau minuman yang bersoda. 

Penyajian
Kalian tim yang suka mie ayam dengan banyak kuah atau sedikit kuah? Di Mie Ayam Pangsit "Rawuh", kalian dapat mengaturnya sendiri karena kuah dengan taburan daun bawang disajikan secara terpisah. 


Saking laparnya, aku sampai ngga merhatikan kalau kuahnya disajikan terpisah, lho. Mie langsung aku aduk, dan langsung berdiri hendak menuju Bapaknya mau minta tambahan kuah. Untung Tante mengingatkan. 😆


Selain pangsit, ada juga sayur sawi dan irisan daging ayam dengan ukuran yang lumayan. Kalau gini, beneran terasa Mie ayamnya, ya. 🙊 Sayangnya, nih, penyajian sausnya kurang menggugah selera. Saus masih didalam plastik, ngga dituang di wadah pada umumnya. Berbeda dengan sambal yang sudah tersaji di wadah meski sama sekali ngga terasa pedas. 🙅‍♀️
Harga
Mie Ayam home made dengan tambahan pangsit yang gurih dipatok dengan harga Rp 10 ribu per porsi. Lumayan terjangkau. Minuman pun harganya standard, segelas teh hangat dihargai dengan Rp 3 ribu. 


Selain mie ayam dan minuman, di sini juga menyediakan kerupuk. Meski sudah ada pangsit, tambah kerupuk makin nikmat lah.

Fasilitas
Di sini belum ada fasilitas pendukung untuk para penikmat mie ayam kecuali kipas angin. Tentunya karena mengingat tempatnya yang tak begitu luas.

Selain di Jl. Padamara, kalian dapat menjumpai Mie Ayam Pangsit "Rawuh" di dua cabang yaitu di dekat Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bajong dan Jl. Pujowiyoto.

You May Also Like

1 komentar

  1. Isssh, mie ayam begini nih yg aku suka :D. Mienya rada keriting.. Aku tipe yg kuahnya ga mau banyak kalo makan mie ayam mba. Pasti aku cuma nuangin dikit, sekedar ga kering aja :p. Nyemek gitu :p

    BalasHapus