Keseruan Famtrip Blogger Goes To Palawi, Baturraden

by - Mei 23, 2018

Gerah, cuaca Purwokerto siang itu begitu panas. Ada yang bilang, ketika cuaca sangat panas tandanya sebagian kecil dari neraka ada yang bocor. Entah siapa yang memulai guyonan seperti itu. Siang itu aku berada di dalam mobil bersama Budey, Syaquita, Mbak Wening dan Kinan. Kami duduk di bangku tengah, sedangkan di depan ada Pak sopir dengan Mas Erwin, Bapak Kinan.

photo by @rizkychuk
Kami sedang dalam perjalanan menuju Baturraden untuk mengikuti rangkaian acara famtrip yang diadakan oleh PT. Palawi Risorsis, Baturraden awal bulan ini. 

Kalau bicara soal famtrip, yang pertama kali terbayang adalah keseruannya bukan? Melakukan perjalanan atau piknik bersama teman-teman, baik yang sudah kita kenal atau belum sama sekali. Rasanya ingin cepat-cepat sampai, selain karena ingin cepat seru-seruan bareng teman-teman juga karena sudah tak tahan dengan panasnya di dalam mobil. 

Panas berkurang, hawa sejukpun mulai menggantikan. Tandanya sebentar lagi kita akan sampai di Baturraden. Ya, Baturraden memang memiliki hawa yang cukup sejuk karena berada di lereng Gunung Slamet. Ketika siang hawa terasa sejuk dan akan bertambah dingin ketika malam hari. 

Sebenarnya jika ditempuh dari Purbalingga kita hanya membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit untuk sampai di Baturraden. Tapi karena siang itu lalu lintas sedang padat, kami menempuh perjalanan sekitar 1 jam, bahkan lebih. Pukul 13.30 kami baru sampai di Baturraden, yang artinya kami terlambaaat gaes. Karena acara dimulai tepat pukul 13.00 WIB. Hihihi 

Oiya, kita belum kenalan ya dengan Palawi. Apa sih itu Palawi? Palawi adalah singkatan dari Perhutani Alam Wisata. Palawi ini adalah anak usahanya perhutani yang mengelola wisata alam. Kalau di Baturraden, Palawi mengelola beberapa wisata seperti Telaga Sunyi, Pancuran Telu, Pancuran Pitu dan juga Bumi Perkemahan (Buper). 

photo by @rizkychuk

Telaga Sunyi 
Nah, agenda pertama famtrip Palawi ini adalah bermain air di Telaga Sunyi. Karena kami terlambat datang, kami dikomando untuk langsung menuju Telaga Sunyi, menyusul teman-teman yang sudah lebih dulu berada di sana. Entah kenapa saat pertama kali mendengar nama telaga ini aku merasa agak horror. Udah telaga, sunyi pula, duhhh pikiranku ke mana-mana. Tapi kenyataanya saat memasuki parkiran Telaga yang luas, banyak mobil dan motor yang berjejer. Itu artinya telaga sunyi tidak akan sesunyi bayanganku.

Dari area parkir, kita hanya harus berjalan sebentar menuju telaga kurang lebih 100 meter, dengan jalan yang memang sudah enak untuk dilewati. Saat sedang berjalan menuju telaga, aku dibuat kagum oleh irigasi yang mengalir di sisi kanan jalan, bening bangeeetttt! Bisa buat ngaca, asli. Setelah sekitar 5 menit jalan santai, akhirnya kami sampai di area telaga.

Wuahhh, teman-teman sudah di sana semua. Ada yang sedang duduk-duduk di pinggir, ada juga yang sedang berenang di telaga. Melihat teman-teman yang sedang berenang ingin rasanya langsung ikut nyebur. Tapi ketika kaki masuk ke air, dinginnya luar biasaaa. Seketika niat berenang langsung surut. Hahaha, cemen banget takut kedinginan yak. 

Dengan tiket masuk Rp 13.000 kamu bisa berenang sepuasnya di Telaga Sunyi. Sampai keriput pokoknya. Selain berenang sampai keriput, kita juga bisa mengambil foto underwater yang keren di sini, free diving dan juga snorkeling. Dua jam berlalu dengan sangat asyik di telaga. Pukul 15.00 WIB kami akhirnya kembali ke penginapan.

Villa Agathis 
Selain mengelola wisata alam, Palawi juga mengelola villa lho. Villa Ebony, Villa Accacia dan Villa Agathis. Dari Telaga Sunyi, hanya butuh waktu sekitar 10 menit untuk sampai di villa. Dan Villa Agathis adalah tempat kami menginap malam itu.

Villa Agathis ini mempunyai 6 kamar. Masing-masing kamar memiliki bed dengan ukuran 2 orang dan fasilitas lengkap seperti lcd tv 32 inch, kamar mandi dengan hot and cool water lengkap dengan perlengkapan mandinya, cermin make up, coffee and tea making dan air mineral. Lengkap kaaan.

Villa agathis ini juga mempunyai dapur dan ruang tengah yang cukup luas dengan sofa putih memanjang yang menambah kesan bersih dan pintu kaca yang mengarah ke teras samping dan tempat untuk api unggun sekaligus memandang hamparan kota Purwokerto dari ketinggian. Menarik kan?


Dengan fasilitas yang begitu lengkap dan pelayanan yang memuaskan, kita hanya perlu merogoh kocek sedalam Rp 3.400.000 untuk menginap per malamnya. Cukup murah bukan? Kalau kalian ke Baturraden dan butuh tempat menginap, Villa milik Palawi inilah tempatnya. jangan nyasar-nyasar ke tempat lain. 🙊🙊


Sky Bike 
Kamar villa yang begitu nyaman memang bikin mager, tapi banyaknya permainan seru di luar sana membuatku tidak bisa diam saja di kamar. Duhhh, kali ini mau main apa lagi yaa.

Saat keluar kamar ternyata teman-teman yang lain sudah tidak ada, duh ketinggalan lagi kaaan gara-gara mager di kamar. Hihi 
Dari kejauhan terlihat teman-teman sedang bermain Sky Bike. aku langsung menyusul ke sana.

Ngelihatnya sih seru, tapi pas giliran mau naik uuuggh, udah panas dingin aja. Aku menunggu giliran naik sepeda diatas ketinggian kurang lebih 5 meter ini dengan Mbak Wening, sembari menunggu kami saling menggenggam tangan masing-masing “tanganku dingin banget mba, aduh deg-degan banget nih.” “samaa, aku juga deg-degan nih, tapi kalau nggak cobain penasaraaan” kira-kira seperti itulah kegelisahan kami sore itu. Udah kayak mau ngapain aja. Hahaha

Main sky bike ini walaupun awalnya deg-degan, bikin panas dingin, tapi sukses bikin nagih! Karena sesuatu yang bikin deg-degan, panas dingin, bikin hati nggak karuan biasanya bikin nagih kan ya. Kayak jatuh cinta sama kamu gitu, bisa jatuh berkali-kali, soalnya deg-degannya bikin nagiihhh. Ini apasiiiii. *abaikan

Dengan membayar tiket sebesar Rp 20.000, kita bisa merasakan sensasi bersepeda diatas ketinggian dan tentunya dengan keamanan yang sudah dijamin.
photo by @pradna

Hari semakin sore setelah kami semua selesai menjajal permainan sky bike. Pukul 17.30 kami kembali ke villa untuk bersih-bersih dan istirahat. 

Setelah istirahat beberapa jam, makan malam pun tiba. Kami makan malam outdoor di depan teras, dengan kursi-kursi yang sudah ditata rapi lengkap dengan lampu-lampu gantung yang menambah kesyahduan malam. Dari sini pun terlihat hamparan Kota Purwokerto dengan banyak lampu yang menyala.

Uuhh, kapan lagi coba makan malam seromantis iniii. Selain suasana yang luar biasa, menu makan malamnya pun luar biasa. Ikan mujair, tempe goreng, pecak jantung pisang, oseng dage kuncar, sambel dan peyek. Makanan favoritku semua, kecuali oseng dage kuncar yang baru pertama kalinya aku makan. Dan rasanya ternyata enak jugaa. Lupain diet dulu laaah.

Setelah makan malam kami ngobrol dan sharing. Ditemani jagung bakar dan mendoan. Duuh makan mulu niihh. Perut sudah kenyang, rasa ngantukpun datang. Pukul 22.00 WIB aku kembali ke kamar untuk tidur sementara teman-teman masih asyik dengan api unggunnya.

Treking Pancuran Telu dan Pancuran Pitu 
Awalnya aku tidak tahu kalau akan ada trekking yang begitu yahuud di hari kedua. Karena menurut informasi awal kami akan naik mobil. Tapi ternyata wowww, daebak! Kami harus trekking menuju Pancuran Telu.

Okelah, sampai di Pancuran Telu aku masih lumayan bergas, belum terlalu capek. Di pancuran telu aku istirahat lumayan lama, sempat beli gorengan juga sama Ella. Sampai akhirnya kami melanjutkan trekking ke Pancuran Pitu. Trekking lagi???? Iyaaa, trekking lagii. Menelusuri hutan, jalan menanjak, jalan berkelok.

Aku, Ella, Budey, Syaquita dan Ayahnya pun menjadi rombongan paling belakang dengan ditemani dua guide. Iyalah paling belakang, karena kami jalan dengan penuh hati-hati. Hati-hati sama pelan-pelan karena sudah lelah beda tipis yaa. ingat itu. hahha


Nafasku sudah mulai nggak karuan, kaki sudah enggan berjalan lagi rasanya. Tapi tanda-tanda akan sampai belum juga terlihat. Fyuuhh. Sepertinya ini adalah trekking terekstrimku semasa hidup. Hahaha
Nabuti enaaaaak
Setelah trekking entah berapa lama kami akhirnya sampai di tempat istirahat. Di situ kami istirahat sekaligus sarapan. Sarapan kali ini back to nature beneran deh. Adalah Nabuti (nasi bungkus daun jati) dengan lauk telor balado oseng kedelai tempe ireng dan oseng klika (kulit singkong). Jangan ditanya rasanya bagaimana, enak bangetttttt dong. Capek-capek habis trekking disuguhi makan langsung lah dilahap habis.

Selesai sarapan kami melanjutkan perjalanan ke Pancuran Pitu. Kali ini kami melanjutkan perjalanan dengan naik mobil, nggak sanggup trekking lagi brooo. Sekitar 5 menit kemudian sampailah kami di pancuran pitu. Eh belum sampai pancuran pitu ternyata, baru sampai loketnya. Kita masih harus jalan menuruni anak tangga.
Berapa lapis anak tangga? Ratusaaaan! Dengan sisa tenaga aku menuruni anak tangga satu persatu dan akhirnya sampai di Pancuran Pitu.


Sampai di Pancuran Pitu teman-teman lain masih lanjut trekking ke bawah, tapi aku nggak. Udah nggak sangguuup, berat, pokoknya aku mau ena-ena sajaa. Makan pecel dan pijet belerang. Sembari teman-teman lain lanjut ke bawah, aku ena-ena bersama Ella. Makan pecel dan sate ayam, kemudian lanjut pijat belerang. Uuuggh enaaak banget pokoknya.

Untuk sampai ke Pancuran Pitu sebenarnya tidak harus dengan trekking menelusuri hutan, tapi bisa ditempuh dengan menggunakan mobil atau motor. Dan aku rekomendasikan kalian yang akan ke Pancuran Pitu, tempuhlah dengan motor atau mobil saja jika iman kalian tidak cukup kuat. Hahaha Pukul 11.00 WIB kami sudah ada di villa lagi. Mandi, dan makan (lagi). Makan terus yaa.

Kali ini makannya beda lagi, nasi bancakan. Makan rame-rame satu meja kayak gini enak banget loh. Apalagi kalau sambelnya cocok. Beuh! 
Nasi bancakan yang yummmi banget sambelnyaa
Games Taman Labirin 
Selain sky bike, di dekat villa juga ada taman labirin yang siap buat kalian bingung. Di sinilah kalian diuji untuk menentukan jalan hidup yang benar. Hahaha

Agenda terakhir dari famtrip Palawi ini adalah games taman labirin. Kami dibagi menjadi 4 kelompok dengan masing-masing anggota 3 orang. Aku masuk di kelompok 4 bareng dengan Duo Er, yaitu Rizky dan Rois. Sejak ditentukan satu kelompok dengan mereka aku sudah berkeyakinan kalau bakal juara satu dong. Yaiyalah, mereka sudah hafal rute labirinnya, aku mah tinggal ikut-ikut saja di belakang mereka. Wkwkwkk *licik


1 2 3! Ketika aba-aba dari pemandu games terdengar kami langsung lari masuk ke dalam labirin untuk mengambil bendera yang ada di tengah. Rois berlari paling depan, dan aku di belakang sendiri. Setelah berhasil mengambil bendera, kami berlari berhamburan keluar, dan gawatnya, skill lari mereka cepat banget, mirip citah. Huhuhu

Aku kewalahan dan hampir menyerah dong, tapi mereka menungguku pelan-pelan sambil memberi semangat “Ayo mbak, kuat mbak” ahhh, mana mungkin aku mengecewakan mereka dengan menyerah begitu saja kan? Wkwkkk

Sampai pada akhirnya kami bertiga bisa keluar dari jerat taman labirin dengan menggondol juara 1. Sumpah ini nulisnya drama banget. Hahaha Dan rangkaian acara famtrip Palawi pun berakhir dengan penuh keseruan. 

Terima kasih Palawi atas famtrip yang menyenangkan dan mengesankan.

PT. Palawi Risorsis
Unit Wana Wisata Baturraden
Jl. Raya Bumi Perkemahan Baturraden
Kec. Baturraden - Kab. Banyumas - Jawa Tengah

You May Also Like

0 komentar

Blogger Perempuan